Kondisi Ekonomi Rumahtangga Peternak Penggemukan Sapi Potong Pada Peternakan Rakyat di Kabupaten Kupang

Authors

  • E. Sunarto Mahasiswa Ilmu Peternakan, Pascasarjana, Universitas Nusa Cendana
  • O.H. Nono Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • U.R. Lole Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Y.L. Henuk Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.25077/jpi.18.1.21-28.2016

Keywords:

ekonomi rumahtangga, penggemukan sapi potong, peternakan rakyat

Abstract

Pengembangan ternak sapi potong yang digalakkan oleh pemerintah dengan mencanangkan program swasembada daging pada tahun 2014 bertujuan untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi potong sehingga dapat bersaing dengan sapi impor. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi yang diarahkan untuk pengembangan peternakan melalui plasma nutfah dan penggunaan teknologi peternakan. salah satu ciri dari usaha peternakan rakyat adalah orientasinya belum sepenuhnya bersifat bisnis dan biasanya dilakukan sebagai usaha sambilan yang tidak terlalu mementingkan keuntungan secara finansial. Pendapatan nyata lebih besar akan diperoleh pada saat lama waktu pemeliharaan 6 bulan atau dibawah nilai rataan dan selanjutnya cenderung terjadi penurunan dengan semakin bertambah panjangnya lama waktu pemeliharaan yang dilakukan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ekonomi rumahtangga peternak penggemukan sapi potong pada peternakan rakyat di Kabupaten Kupang, meliputi 3 (tiga) kecamatan sebagai berikut: a) Kecamatan Amarasi Timur, b) Kecamatan Kupang Timur, dan c) Kecamatan Amarasi Barat.  Pemilihan kelompok peternak contoh secara acak sederhana sebanyak dua kelompok dari tiap kecamatan dimana setiap kelompok terdiri dari 20 orang petani peternak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendapatan usaha ternak sapi potong pola penggemukan adalah Rp. 10,626,667,-/tahun/peternak dengan besaran kontribusi sebesar 44,15 % dari total pendapatan  rumahtangga.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggemukan sapi potong di tingkat peternakan rakyat di Kabupaten Kupang merupakan sumber pendapatan  utama di tingkat responden.

Published

2016-02-01

How to Cite

Sunarto, E., Nono, O., Lole, U., & Henuk, Y. (2016). Kondisi Ekonomi Rumahtangga Peternak Penggemukan Sapi Potong Pada Peternakan Rakyat di Kabupaten Kupang. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 18(1), 21–28. https://doi.org/10.25077/jpi.18.1.21-28.2016