Karakteristik Morfometrik Ayam Kampung Jantan dan Betina di Desa Tirtomulyo Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah
DOI:
https://doi.org/10.25077/jpi.22.1.11-20.2020Keywords:
ayam kampung disukai, ayam kampung tidak disukai, morfometrik, panjang sayapAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik morfometrik ayam kampung yang disukai dan tidak disukai di Desa Tirtomulyo, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Materi menggunakan 105 ekor ayam kampung yang terdiri dari 5 ekor jantan dan 100 ekor betina. 30 peternak sebagai responden untuk menentukan ayam disukai dan tidak disukai. Data dianalisis menggunakanujit, Principal Component Analysis dengan menggunakan alatbantuStatistical Analysis System (SAS) University Edition. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ayam jantan memiliki perbedaan yang nyata (P<0,05) pada lingkar tarsometatarsus dan panjang sternum, sedangkan ayam betina memiliki perbedaan nyata (P<0,05) pada bobot badan dan tinggi jengger. Parameter pembeda pada ayam kampung jantan dan betina yang disukai dan tidak disukai adalah panjang sayap yaitu 0,619 dan 0,922. Peta penyebaran ayam jantan dan betina yang disukai dan tidak disukai mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan ayam jantan dan betina yang tidak disukai.References
Ashifudin, M., E. Kurnianto, dan Sutopo. 2017. Karakteristik morfometrik Ayam kedu Jengger Merah dan Jengger Hitam generasi pertama di Satker Ayam Maron-Temanggung. Jurnal Ilmu Ternak. 17 (1) : 40-46.
Brahmantiyo, B., L. H. Prasetyo, A. R. Setioko, dan R. H. Mulyono. 2003. Pendugaan jarak genetik dan faktor peubah pembeda galur itik (Alabio, Bali, khaki Campbell, Mojosari dan Pegagan) melalui analisis morfometrik. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. 8 (1) : 1-7.
Brahmantiyo, B., R. H. Mulyono, dan A. Sutisna. 2006. Ukuran dan bentuk itik pekin (Anas platyrhynchos), entok impor dan entok lokal (Cairina moschata). Lokakarya Nasional Pengelolaan dan Perlindungan Sumber Daya Genetik di Indonesia: Manfaat Ekonomi untuk Mewujudkan Ketahanan Nasional. Bogor, 20 Desember 2006. Balai Penelitian Ternak, Bogor. 266-272.
Gunnarsson, U., A. R. Hellstrom., M. T. Boichard., F. Minvielle., B. Bed’hom., S. Ito., P. Jensen., A. Rattink., A. Vereijken, and L. Andersson. 2007. Mutations in SLC45A2. Cause plumage color variation in chicken and Japanese quail. Genetics. 175 : 867-877.
Hardjosubroto, W. 1994. Aplikasi Pemuliabiakan Ternak di Lapangan. Gramedia, Jakarta.
Johari, S., Sutopo, dan A. Santi. 2009. Frekuensi fenotipik sifat-sifat kualitatif Ayam Kedu dewasa. Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan. Semarang, 20 Mei 2009. Hal 606-616.
Jull, M. A. 1978. Poultry Husbandry 3rd Ed. Mc. Graw-Hill Publishing Co. Ltd. New Delhi.
Kusuma, D. dan N. S. Prijono. 2007. Keanekaragaman Sumber Daya Hayati Ayam Lokal Indonesia : Manfaat dan Potensi . LIPI Press. Jakarta.
Mansjoer, S. S. 1985. Pengkajian Sifat-Sifat Produksi Ayam Kampung Beserta Persilangannya Dengan Rhode Island Red. Disertasi. Fakultas Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Mansjoer, S. S. 2003. Potensi ayam buras di Indonesia. Makalah semiloka pengkajian pengembangan produksi bibit ayarn Buras dan Itik, Cisarua-Bogor, Tanggal 11 - 12 Desember 2003.
Purwa, D. R. 2007. Beternak ayam kampung petelur. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Rahayu, B. W. I., A. E. P. Widodo, dan R. Sarunggalo. 2010. Penampilan pertumbuhan ayam persilangan Kampung dan Bangkok. Jurnal Ilmu Peternakan. 5 (2) : 77 – 81.
Rasyaf, M. 2011. Beternak Ayam Kampung. Penebar Swadaya, Jakarta.
Rusdin, M., L. O. Nafiu., T. Saili, dan A. S. Aku. 2011. Karakteristik fenotipe sifat kualitatif ayam tolaki di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Agriplus Majalah Ilmiah. 21 (3) : 248-256.
Sadarman., Elfawati, dan Sadriadi. 2013. Studi frekuensi sifat kualitatif ayam kampung di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaen Rokan Hulu Provinsi Riau. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Medan, 3-4 september 2013. Puslitbang Peternakan, Medan. 571-578.
Sartika, T. 2013. Perbandingan morfometrik ukuran tubuh Ayam KUB dan Sentul melalui pendekatan analisis diskriminan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Medan, 3-4 september 2013. Puslitbang Peternakan, Medan. 561-570.
Sitanggang, E. N., Hasnudi, dan Hamdan. 2015. Kergaman sifat kualitatif dan morfometrik antara ayam kampung, ayam Bangkok, ayam katai, ayam birma, ayam bagon dan magon di Medan. Jurnal Peternakan Integratif. 3 (2) : 167-189.
Suhardi, 2012. Identifikasi karakteristik morfologi ayam lokal khas dayak dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Jurnal Teknologi Pertanian 7 (2) : 81-86.
Suryana dan A. Hasbianto. 2008. Usaha tani ayam buras di Indonesia: permasalahan dan tantangan. Jurnal Litbang Pertanian. 27(3) : 75 - 83.
Udeh, I. and C. C. Ogbu. 2011. Principal component analysis of body measurements in three strainsof broiler chicken. Sci. World J. 6 (2): 11-14.
Untari, E. K., Ismoyowati, dan Sukardi. 2013. Perbedaan karakteristik tubuh Ayam Kedu yang dipelihara kelompok tani ternak “Makukuhan Mandiri†di Temanggung. 13 (2) : 135-145.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Hak cipta tulisan dan isi dari pekerjaan penulis adalah milik penulis. Sedangkan pemakaian hasil publikasi yang ada pada JPI harus mengikuti aturan lisensi dari Creative Commons seperti pada link berikut :
Â

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









