Estimasi Dinamika Populasi dan Pembibitan Sapi Potong di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan

Authors

  • T. Afriani Bagian Teknologi Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Andalas, Padang
  • M. P. Agusta Bagian Teknologi Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Andalas, Padang
  • Yurnalis Yurnalis Bagian Teknologi Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Andalas, Padang
  • F. Arlina Bagian Teknologi Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Andalas, Padang
  • D. E. Putra Bagian Teknologi Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Andalas, Padang

DOI:

https://doi.org/10.25077/jpi.21.2.130-142.2019

Keywords:

Bayang, pembibitan, potensi, produktivitas, sapi potong

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi sapi potong di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan demi mewujudkan produksi bibit sapi potong unggul. Materi dalam penelitian ini adalah 361 orang peternak sapi potong sebagai responden. Metode yang digunakan adalah sensus dan Stratified Random Sampling. Peubah yang diukur adalah komposisi dan struktur populasi, penampilan reproduksi, natural increase (NI), net replacement rate (NRR) dan Dinamika/Estimasi populasi ternak sapi potong. Analisis data dilakukan dengan pendekatan teori pemuliabiakan ternak dan analisis time series. Hasil yang didapatkan menunjukkan komposisi ternak sapi potong di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan terdiri dari sapi Pesisir (50,15%), sapi SimPes (25,80%), Bali (17,06%), sapi SimPO (3,75%), dan Brahman Cross (2,18%). Persentase sapi potong yang keluar yaitu 6,12%, lebih banyak dibandingkan dengan persentase ternak sapi potong yang masuk yaitu 5,10%. Nilai natural increase (NI) ternak sapi mendapatkan presentase sebesar 17,64% yang melihatkan pertambahan populasi sapi potong termasuk kategori sedang. Nilai net replacement rate (NRR) ternak sapi jantan (1311,42 %) dan sapi betina (674,34%). Estimasi populasi sapi potong pada tahun 2017 sebanyak 2093,40 ekor dan tahun 2021 kekurangan sapi potong sebanyak 258,60 ekor dimana rataan terjadinya penurunan populasi pertahun sebanyak 783,92 ekor atau 25,83%. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat dinyatakan layak untuk menjadi daerah pembibitan sapi potong.

References

Affandhy, L., P. Situmorang., P. W. Prihandini., D. B. Wijono, dan A. Rasyid. 2003. Performans reproduksi dan pengelolaan sapi potong induk pada kondisi peternakan rakyat. Pros. Seminar Inovasi Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 29-30 September 2003, Puslitbang Peternakan.

Blakely, J. dan D. H. Bade. 1991. Ilmu Peternakan. Edisi Ke Empat. Terjemahan Srigandono. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Direktorat Jenderal Peternakan. 1998. Usaha Peternakan, Perencanaan, Analisis dan Pengolahan. Direktorat Jenderal Peternakan, Jakarta.

Djagra, I. B. dan I. B. Arka. 1994. Pembangunan Peternakan Sapi Bali di Propinsi Daerah Tingkat I Bali. Loka karya Pengembangan Peternakan Sapi di Kawasan Timur Indonesia, Mataram.

Hardjosubroto, W. 1990. Penentuan Plafon Ekspor Sapi Potong. DPPM, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Hardjosubroto, W. 1992. Pola pembiakan dan output sapi potong di Daerah Istimewa Yogyakarta. Buletin Peternakan 16:54-62.

Hardjosubroto, W. 1994. Aplikasi Pemuliabiakan Ternak di Lapangan. PT. Gramedia, Jakarta.

Jan, R., I. P. Sudrana dan L. M. Kasip. 2015. Pengamatan Sifat-sifat yang Mempunyai Nilai Ekonomi Tinggi pada Sapi Bali di Kota Mataram. Fakultas Peternakan Universitas Mataram, Mataram.

Makanuwey, R. A. 2009. Struktur dan Dinamika Populasi Sapi Potong di Kecamatan Lore Peore Kabupaten Poso. Skripsi. Universitas Tadulako. Palu.

Murtiyeni, E. Juarini dan B. Wibowo. 2011. Profil dan Produktivitas Pembibitan Sapi Potong Sistem Komunal Pada Peternakan Rakyat di Kabupaten Kediri. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor.

Nuryadi dan S. Wahjuningsih. 2011. Penampilan reporoduksi sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Limousin di Kabupaten Malang. J. Ternak Tropiks 12(1) :76—81.

Putra, D. E., Sumadi, dan T. Hartatik. 2015. Estimasi Output Sapi Potong di Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Peternakan Indonesia 17(2):105-115.

Rosikh, A., A. Aria, dan M. Qomarudin. 2015. Analisis Perbandingan Angka Calving Rate Sapi Potong Antara Kawin Alami Dengan Inseminasi Buatan di Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan, Lamongan.

Sulistia, I. 2007. Estimasi natural increase dan pola pemeliharaan sapi Bali di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sumadi., N. Ngadiono, dan Soeparno. 1991. Penampilan Produksi Sapi Fries Holland, Sumba, Ongole, dan Brahman Cross yang Dipelihara Secara Feedlod. Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto. Hal: 116 – 126.

Sumadi., W. Hardjosubroto., N. Ngadiyono, dan S. Prihadi. 2001. Potensi Sapi Potong di Kabupaten Sleman. Analisis dari Segi Pemuliaan dan Produksi Daging, Yogyakarta.

Susanti, A. E., N. Ngadiyono, dan Sumadi. 2015. Estimasi output sapi potong di Kabupaten Banyasin Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Peternakan Sriwijaya. 17-28.

Tanari, M., Y. Duma., Y. Rusiyantono, dan M. Mangun. 2011. Dinamika populasi sapi potong di Kecamatan Pamoa Utara Kabupaten Poso. J. Agrisains 12 (1):24- 29.

Toelihere, M. R. 1983. Tinjauan tentang Penyakit Reproduksi pada ternak ruminansia besar. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Bogor, Bogor.

Tonbesi, T. T. 2008. Estimasi Potensi dan Kinerja Sapi Bali di Kabupaten Timor Tengah Utara, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Tesis. Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Published

2019-05-31

How to Cite

Afriani, T., Agusta, M. P., Yurnalis, Y., Arlina, F., & Putra, D. E. (2019). Estimasi Dinamika Populasi dan Pembibitan Sapi Potong di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 21(2), 130–142. https://doi.org/10.25077/jpi.21.2.130-142.2019

Issue

Section

Vol.21, No.2 (2019)