Fermentabilitas Ruminal In Vitro pada Pakan Berbasis Jerami Padi Amoniasi dengan Suplementasi Tepung Bonggol Pisang dan Molases

R. I. Rahayu, A. Subrata, J. Achmadi

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengkaji tepung bonggol pisang sebagai pengganti molases terhadap fermentabilitas pakan komplit berbasis jerami padi amoniasi secara in vitro. Penelitian menggunakan rancangan Uji T (T-Test) Independent Sample pada taraf signifikasi 5% dengan 2 perlakuan dan 6 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu (T1: pakan komplit 98% + molases 2%) dan (T2: pakan komplit 97,37% + tepung bonggol pisang 2,65%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian molases dengan bonggol pisang pada pakan komplit berbasis jerami padi amoniasi secara in vitro tidak memberikan pengaruh yang berbeda (p>0,05) terhadap rerata produksi NH3 T1 (2,39 mM) dan T2 (2,31 mM), konsentrasi VFA total T1 (58,33 mM) dan T2 (63,33 mM), asam asetat T1 (71,80%) dan T2 (72,22%), asam propionat T1 (20,67%) dan T2 (21,84%), asam butirat T1 (7,26%) dan T2 (6,27%), rasio C2/C3 pada T1 (3,45) dan T2 (3,32), kecernaan bahan kering T1 (73,34%) dan T2 (72,51%) dan kecernaan bahan organik T1 (80,80%) T2 dan (77,74%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bonggol pisang dapat menggantikan molases sebagai sumber RAC pada pakan komplit berbasis jerami padi amoniasi.


Keywords


amoniasi; bonggol pisang; fermentabilitas; in vitro; jerami padi; molases

References


Akbar, A. 2014. Degradasi Bahan Kering dan Bahan Organik In Vitro Ransum Berbahan Jerami Padi, Daun Gamal dan UMML. Fakultas Peternakan Universitas Hasanudin, Makasar (Skripsi).

Andini, W., A. Subrata dan L. K. Nuswantara. 2015. Pengaruh rasio energi protein ransum berbasis limbah perkebunan kelapa sawit terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik dan serat kasar secara in vitro. J. Animal Agriculture. 4 (1) : 109 – 114.

Arangsri, M., V. Pattarajinda, M. Duangjinda, J. Mungkalasiri, W. Angthong and J. K. Bernard. 2017. Impact of fermented total mixed rations on intake, VFA and methane production of dairy heifers. Indian. J. Anim. Res. B-749 : 1-5.

Arora, S. P. 1995. Pencernaan Mikroba Pada Ruminansa. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. (Diterjemahkan oleh B. Srigandono dan Retno Murwani).

Fathul, F. dan S. Wajizah. 2010. Penambahan mikromineral Mn dan Cu ransum terhadap aktivitas biofermentasi rumen domba secara in vitro. J. Ilmu Ternak dan Veteriner. 15 (1) : 9 – 15.

Hartadi, H., S. Reksohadiprodjo, S. Lebdosukojo dan A. D. Tilman. 1986. Tabel Komposisi Pakan untuk Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Komar, A. 1984. Teknologi Pengolahan Jerami Pakan Ternak. Yayasan Dian Grahita, Bandung.

Kurniawati, A. 2004. Pertumbuhan mikroba rumen dan efisiensi pemanfaatan nitrogen pada silase Red Clover (Trifolium pratense cv Sabatron). Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi. BATAN, Jakarta. (Risalah Seminar Ilmiah Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Isotop dan Radiasi).

Lendrawati, 2008. Kualitas Fermentasi dan Nutrisi Silase Ransum Komplit Berbasis Hasil Samping Jagung, Sawit, dan Ubi Kayu. Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor. (Tesis).

Mardalena. 2015. Evaluasi serbuk kulit nenas sebagai sumber antioksidan dalam ransum kambing perah Peranakan Etawah secara in Vitro. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 18 (1) : 14 – 21.

Martawidjaja, M. 2003. Pemanfaatan jerami padi sebagai pengganti rumput untuk ternak ruminansia kecil. Wartazoa. 13 (3) : 119 – 127.

Pamungkas, D., Y. N. Anggraeni, Kusmartono dan N. H. Krishna. 2008. Produksi asam lemak terbang dan amonia rumen sapi bali pada imbangan daun Lamtoro (L. Leucocephala) dan pakan lengkap yang berbeda. Seminar Teknologi Peternakan dan Veteriner, Malang.

Putri, L. D. N. A. 2013. Pengaruh Imbangan Protein dan Energi Pakan Terhadap Produk Fermentasi Di Dalam Rumen dan Protein Mikroba Rumen Pada Sapi Madura Jantan. Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang (Skripsi).

Rafleliawati, P., Surahmanto, dan J. Achmadi. 2016. Efek pemanasan pada molases yang ditambahkan urea terhadap ketersediaan NH3, volatile fatty acid dan protein total secara in vitro. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 26 (2) : 24 – 29.

Sandi, S., A. I. M. Ali, dan A. A. Akbar. 2015. Uji in vitro wafer ransum komplit dengan bahan perekat yang berbeda. Jurnal Peternakan Sriwijaya. 4 (2) : 7 - 16.

Savitri, H. I., A. Muktiani, dan Sutrisno. 2016. Fermentabilitas pakan komplit dengan berbagai sumber protein yang terproteksi tannin dari daun Kaliandra (Calliandra calothyrsus) secara in vitro. Prosiding Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan II. Semarang.

Setyadi, J. H., T. R. Rahardjo dan Suparwi. 2013. Kecernaan bahan kering dan bahan organik tongkol jagung (Zea mays) yang difermentasi dengan Aspergillus niger secara in vitro. J. Ilmu Peternakan. 1 (1) : 170 – 175.

Solikhin, N., A. S. Prasetyo dan L. Buchori. 2012. Pembuatan bioetanol hasil hidrolisa bonggol pisang dengan fermentasi menggunakan Saccaromycess cereviceae. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri. 1(1): 124-129.

Suhada, A. T., L. K. Nuswantara, E. Pangestu, F. Wahyono and J. Achmadi. 2016. Effect of synchronization of carbohydrate and protein supply in the sugarcane bagasse diet on microbial protein shyntesis in sheep. J. Indon. Trop. Anim. Agric. 4 (1) : 135 – 144.

Sutardi, T. 1979. Ketahanan protein bahan makanan terhadap degradasi mikroba rumen dan manfaatnya bagi produktivitas ternak. Prosiding Seminar Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.

Sutardi, T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi. Jilid 1. Departemen Ilmu Makanan Ternak. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sutowo, I., T. Adelina dan D. Febrina. 2016. Kualitas nutrisi silase limbah pisang (batang dan bonggol pisang) dan level molases yang berbeda sebagai pakan alternatif ternak ruminansia. Jurnal Peternakan. 13 (2) : 41 – 47.

Suwarno, J. 2008. Pengaruh Rasio Pemberian Pakan Yang Berbeda Terhadap Produksi VFA dan NH3 Rumen Serta Kapasitas Lambung Domba Jantan Lokal. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor (Skripsi).

Tilley, J. M., and R. A. Terry. 1963. A two stage technique for in- vitro digestion of forage crops. J. Brit. Grassland Soc. 18 (2) : 104 – 111.

Uhi, H.T., A. Parakkasi dan B. Haryanto. 2006. Pengaruh suplemen katalik terhadap karakteristik dan populasi mikroba rumen domba. Media Peternakan. 29 (1) : 20 – 26.

Utomo, W. 2017. Kecernaan dan Efisiensi Pakan Komplit yang Mengandung Protein dan Energi yang Berbeda Pada Kambing Peranakan Etawa Dara. Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang (Skripsi).

Widiasari, T. R. 2010. Kecernaan Pakan Komplit dengan Level Protein Kasar dan Energi Berbeda Secara In Vitro. Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang (Skripsi).

Wijayanti, E., F. Wahyono dan Surono. 2012. Kecernaan nutrien dan fermentabilitas pakan komplit dengan level ampas tebu yang berbeda secara in vitro. J. Anim. Agric. 1 (1) : 167 – 179.

Yanuarianto, O., M. Amin, M. Iqbal, dan S. D. Hasan. 2015. Kecernaan bahan kering dan bahan organik jerami padi yang difermentasi dengan kombinasi kapur tohor, Bacillus s., dan air kelapa pada waktu yang berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia. 1 (1) : 47 – 52.




DOI: https://doi.org/10.25077/jpi.20.3.166-174.2018

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Visitor

View My Stats

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) - Indonesian Journal of Animal Science

Fakultas Peternakan Universitas Andalas.
Kampus Unand Limau Manis Padang-25163, Sumatera Barat, Indonesia.
Copyrights by Unand © 2015