Pengaruh Suplementasi Sumber Protein Hijauan Leguminosa terhadap Produksi Amonia dan Protein Total Ruminal Secara In Vitro

R. S. Prayitno, F. Wahyono, E. Pangestu

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari konsentrat yang berbeda dengan sumber beberapa jenis leguminosa terhadap konsentrasi NH3, dan protein total rumen secara in vitro. Materi penelitian berupa konsentrat (kandungan PK 13%, TDN 65%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan.  Perlakuan konsentrat adalah T1 (6% Crotalaria usaramoensi), T2 (6% Crotalaria juncea),T3 (6% Tephrosia), T4 (3% Crotalaria usaramoensi + 3% Crotalaria juncea), T5 (3% Crotalaria usaramoensi + 3% Tephrosia), T6 (3% Crotalaria juncea + 3% Tephrosia), T7 (2% Crotalaria usaramoensi + 2% Crotalaria juncea + 2% Tephrosia). Parameter yang diamati adalah produksi NH3 dan produksi protein total. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam dan apabila terdapat pengaruh nyata (P<0,05) akibat perlakuan, dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrat yang ditambah dengan berbagai jenis leguminosa mampu meningkatkan produksi amonia dan protein total. Konsentrat dengan suplemen leguminosa jenis Crotalaria mampu meningkatkan produksi NH3 dan produksi protein total. Sedangkan konsentrat dengan suplemen leguminosa jenis Tephrosia di atas 3% akan menurunkan produksi NH3 dan protein total.


Keywords


in vitro; leguminosa; NH3; protein

Full Text:

PDF

References


Anggorodi, R. 1998. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gramedia, Jakarta.

Arora, S. P. 1995. Pencernaan Mikroba pada Ruminansia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. (Diterjemahkan oleh Retno Murwani).

Aswandi, C. I. Sutrisno, M. Arifin, dan A. Joelal. 2012. Efek complete feed bonggol berbagai varietas tanaman pisang terhadap pH, NH3 dan VFA pada kambing kacang. (Effect of complete feed containing starch tubers of different varieties of banana plants on pH, NH3 and VFA of kacang goat) .Agricultural Counselling College of Manokwari, Doctoral Program Animal Sciences, University of Diponegoro. JITP. 2(2)

Baldwin, R. L. and M. J. Allison. 1983. Rumen Metabolism. Journal Animal Science 57: 461-477

Blakely, J. dan D.H. Bade. 1994. Ilmu Peternakan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. (Diterjemahkan oleh B. Sri gandono)

Cahyani, R.D., L.K. Nuswantara dan A. Subrata. 2012. Pengaruh Proteksi Protein Tepung Kedelai dengan Tanin Daun Bakau Terhadap Kosentrasi Amonia, Undegraded Protein dan Protein Total Secara In Vitro. Animal Agriculture Journal. 1(1): 159-166

Darmono. 1993. Tata Laksana Usaha Sapi Kereman. Yayasan Kanisius, Yogyakarta.

Fu, P.P., Q. Xia, G. Lin and M.W. Chou. 2004. Pyrrolizidine alkaloid-Genotoxicity, metebolism enzymes, metabolic activation and mechanisms. Drug metabolism reviews, New York. 36 (1): 1-55

Hidayat Tanuwiria, U., Budi Ayuningsih, dan Mansyur. 2005. Fermentanilitas dan Kecernaan Ransum Lengkap Sapi Perah Berbasis Jerami Padi dan pucuk Tebu Teramoniasi (In Vitro). Jurnal Ilmu Ternak. 5(2): 64-69

Mahesti, G, 2009. Pemanfaatan Protein pada Domba Lokal Jantan dengan Bobot Badan dan Aras Pemberian Pakan yang Berbeda. Program Studi Magister Ilmu Ternak Program Pasca Sarjana Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang

Makkar, H. P. S. 2003. Effect and fate of tannins in ruminant animals, adaptation to tannins, and strategies to overcome detrimental effect of feeding tannin-rich feeds. Small Ruminant Research 49:241-256

Muhtarudin dan Liman. 2006. Penentuan tingkat penggunaan mineral organik untuk memperbaiki bioproses rumen pada kambing secara in vitro.Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia 8: 132-140

Nuswantara, L. K., M. Soejono, R. Utomo, B. P. Widyobroto dan H. Hartadi. 2006. Parameter fermentasi rumen pada sapi peranakan frisian holstein yang diberi pakan basal jerami padi dengan supplementasi sumber nitrogen dan energi berbeda. J. Indon. Anim. Agric 31 (4): 268-275.

Prasetiyono, B.W.H.E. 2008. Rekayasa Suplemen Protein pada Ransum Sapi Pedaging Berbasis Jerami dan Dedak Padi. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor. (Disertasi Doktor Peternakan).

Prayitno, R.S., Sumarsono and S. Anwar. 2013. Effect of row spacing and cutting interval on product forages and antinutrition of Orok-orok (Crotalaria juncea). International journal of science and technology. 2(8): 595-598

Purwoko, T dan Noor Soesanti H. 2007. Kandungan Protein Kecap manis Tanpa Fermentasi Moromi Hasil Fermentasi Rhizopus oryzae dan R. Oligosporus. BIODIVERSITAS. 8(2): 223-227

Putra, S. 2006. Pengaruh suplementasi gensia defaunasi dan waktu inkubasi terhadap bahan kering, bahan organik terdegradasi, dan produks fermeentasi secara in vitro. Jurnal Produksi Ternak (Animal Production) 8: 121-130.

Ranjhan, S. K. 1980. Animal Nutrition in Tropics. 2nd Ed. Vikas Publishing House Pvt Ltd., New Delhi.

Retno Ningrum, Elly P, dan Sukarsono. 2016. Identifikasi Senyawa Alkaloid dari Batang Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) sebagai Bahan Ajar Biologi untuk SMA Kelas X. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia. 2(3): 231-236

Subrata, A., A. Agus dan L.M. Yusiati. 2005. Pemanfaatan tanin ampas teh terhadap efek defaunasi, parameter fermentasi rumen dan sintesis protein mikroba secara in vitro. Agrosains. 18 (4) : 473-487.

Sumarno, Sri N, Narsito dan Iip Izul Falah. 2002. Estimasi Kadar Protein dalam Bahan Pangan melalui Analisis Nitrogen Total dan Analisis Asam Amino. Majalah Farmasi Indonesia. 13(1): 34-43

Sunarso. 1984. Mutu Protein Limbah Agro Industri Ditinjau dari Perombakannya oleh Mikroorganisme Rumen dan Potensinya dalam Menyediakan Protein bagi Pencernaan Pasca Rumen. Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian, Bogor. (Tesis).

Suparjo. 1999. Studi tentang peran intestine digestible protein pakan dalam menunjang pembentukan protein mikroba rumen dan pertumbuhan sapi peranakan ongole. J. Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. 4 (2) : 18 – 28.

Sutardi, T. 1977. Ikhtisar Ruminologi. Bahan Penataran Kursus Peternakan Sapi Perah. Kayu Ambon, Lembang. Departemen Ilmu Makanan Ternak, Fakultas Peternakan IPB, Bogor.

Widiyanto. 1996. Teknologi amofer untuk meningkatkan daya guna limbah berserat sebagai pakan ternak ruminansia. J. Pengembangan Peternakan Tropis : 7-13.

Widodo, W. 2005. Tanaman Beracun dalam Kehidupan Ternak, Penerbit Universitas Muhammadiyah. Malang.

Yulistiani, D., J.W. Mathius dan W. Puastuti. 2011. Bungkil kedelai terproteksi tanin cairan batang pisang dalam pakan domba sedang tumbuh. JITV. 16 (4) : 33-40.




DOI: https://doi.org/10.25077/jpi.20.2.116-123.2018

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Visitor

View My Stats

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) - Indonesian Journal of Animal Science

Fakultas Peternakan Universitas Andalas.
Kampus Unand Limau Manis Padang-25163, Sumatera Barat, Indonesia.
Copyrights by Unand © 2015