Pengaruh Penggunaan Ampas Kecap Dalam Ransum Terhadap Kadar Protein, Lemak dan Kalsium Kuning Telur Itik Mojosari

R. D. Jayanti, L. D. Mahfudz, S. Kismiati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ampas kecap dalam ransum terhadap kadar kimia (protein, lemak dan kalsium) kuning telur itik Mojosari. Materi yang digunakan adalah 240 ekor itik Mojosari umur 20 minggu dengan bobot badan awal rata – rata 1.385,0 ± 130,85 gram (CV = 9,44%). Bahan pakan untuk menyusun ransum meliputi jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, pollard, premix dan ampas kecap. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)  dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan, tiap unit percobaan terdiri dari 10 ekor itik. Perlakuan yang diterapkan adalah ampas kecap dengan level T0 : 0%, T1 : 5%, T2 : 7,5% dan T3 : 10% dalam ransum. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ampas kecap tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan protein, lemak dan kalsium kuning telur itik Mojosari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ampas kecap dapat digunakan dalam ransum itik petelur sampai level 10% tanpa merusak kadar protein, lemak dan kalsium kuning telur itik Mojosari.

Keywords


Itik Mojosari; ampas kecap; protein; lemak; kalsium

References


Alfiyah, Y., K. Praseno dan S.M. Mardiati. 2015. Indeks kuning telur (IKT) dan Haugh Unit (HU) telur itik lokal dari beberapa tempat budidaya itik di Jawa. Jurnal Anatomi dan Fisiologi 23 (2) : 7 – 15.

Association of Official Analytical Chemists (AOAC). 1970. Official Methods of Analysis AOAC, Washington D.C.

Atkinson, T., V. R. Fowler, G. A. Garton dan A.Lough.1972 A Rapid Method for th Determine of Lipid in Animal Tissue. Analyst, London. 97.

Atun, S. 2009. Potensi senyawa isoflavon dan derivatnya dari kedelai (Glycine max. L) serta manfaatnya untuk kesehatan. Prosiding Semiar Nasional pendidikan dan penerapan MIPA Universitas Negeri Yogyakarta. 16 Mei 2009. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta. Hal : 33 – 41.

Bell, D. & Weaver. 2002. Commercial Chickhen Meat and Egg. Kluwer Academic Publishers, United States of America.

Berger, L. L., J. Piet, C. R. Steven, and E. A. Susan. 1983. Effect of dietary fibers on mineral status of chicks. Departement of Animal Science. University of Illinois, Illinois.

Juliambarwati, M., A. Ratriyanto dan A. Hanifa. 2012. Pengaruh penggunaan tepung limbah udang dalam ransum terhadap kualitas telur itik. Jurnal Sains Peternakan 10 (1) : 1 – 6.

Kridawati, A. 2011. Pemanfaatan isoflavon untuk kesehatan. Jurnal Respati 1 (1) : 71 – 80.

Latifa, R. 2007. Upaya peningkatan kualitas telur itik afkir dengan hormon pregnant mare’s serum gonadotropin (PMSG). Jurnal Protein 14 (1) : 12-18.

Malik, A., E.Suprijatna., V. D. Yunianto dan L. Djauhari. 2015. Pengaruh isoflavon ampas kecap terhadap antioksidan dan rasio kholesterol LDL/HDL darah ayam petelur. Seminar Nasional hasil - hasil penelitian dan pengabdian LPPM Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu, 26 September 2015. Hal : 252 – 258.

Silalahi, J. (2000). Hypocholesterolemic Factors In Foods. A Review. Indonesian Food Nutrition Progress. 7 (1):26-36.

Steel, R.G.D. dan J.H. Torrie. 1991 . Prinsip dan Prosedur Statistika . Suatu Pendekatan Biometrik. Alih bahasa: Bambang Sumantri. Cet. 2. PT. Gramedia, Jakarta.

Sukarini, N. E., L. D. Mahfudz dan A.M. Legowo. 2004. Pengaruh penggunaan ampas kecap yang diproses dengan larutan asam asetat untuk pakan terhadap komposisi kimia daging dada ayam broiler. Jurnal Indonesia Tropical Animal Agriculture. 29 (3) : 129 – 135.

Suthama, N. 2004. Kualitas karkas dan residu hormon dalam daging pada broiler yang diberi eksktrak kelenjar tiroid. Jurnal Pengembangan Peteternakan Tropopikal Edisi Spesial. Hal : 89 – 94.

Winarno, F. G. dan S. Koswara, 2002. Telur : Komposisi, Penanganan dan Pengolahannya. M-Brio Press, Bogor.

Witariadi, N. M., N. G. K. Roni, dan U. I. A. Putri. 2014. Penambahan enzim fitase kompleks dalam ransum berbasis dedak padi terhadap kadar kolesterol telur ayam Lohmann brown. Majalah Ilmiah Peternakan 17 (3) : 107 – 112.

Yuwanta, T. 2010.Telur dan Kualitas Telur. Universitas Gajah Mada Press. Yogyakarta.

Zarehdaran, S. A.L.J. Vereijken, J.A.M. van Arendonk, and E.H. van der Waaij. 2004. Estimation of Genetic Parameters for Fat Deposition and Carcass Traits in Broiler. Poultry Science. 521-525.




DOI: https://doi.org/10.25077/jpi.19.3.122-129.2017

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Visitor

View My Stats

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) - Indonesian Journal of Animal Science

Fakultas Peternakan Universitas Andalas.
Kampus Unand Limau Manis Padang-25163, Sumatera Barat, Indonesia.
Copyrights by Unand © 2015