Kelarutan Senyawa Fenolik dan Aktivitas Antioksidan Daun Kelor (Moringa oleifera) di Dalam Rumen Secara In Vitro

Badriyah Badriyah, J. Achmadi, L. K. Nuswantara

Abstract


Penelitian bertujuan untuk mengkaji degradabilitas polifenol dan aktivitas antioksidan daun kelor (Moringa oleifera) di dalam rumen secara in vitro. Daun kelor dan lamtoro (Leucaena leucocephala, sebagai pembanding) diinkubasikan dalam cairan rumen kambing selama 48 jam secara in vitro. Degradabilitas bahan kering, senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan pada daun kelor dan lamtoro dibandingkan dengan uji T. Degradabilitas bahan kering daun kelor lebih tinggi (p<0,05) daripada daun lamtoro. Degradabilitas senyawa fenolik daun kelor lebih rendah (P<0,05) daripada daun lamtoro. Penurunan aktivitas antioksidan daun kelor lebih kecil dibandingkan daun lamtoro selama inkubasi dalam rumen. Inkubasi daun kelor dalam rumen dapat menurunkan ketersediaan senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan pada daun kelor dan lamtoro.


Keywords


senyawa fenolik; aktivitas antioksidan; daun kelor; degradabilitas in vitro

References


Cao, G. E, Sofic,. dan R, L, Prior. 1997. Antioxidant and prooxidant behavior of flavonoid structure activity relationships. Free Radical Biologi & Medicine. USA. 22 ( 5 ) : 749 – 760.

Fitri, A. T, Toharmat. D, A, Astuti,. dan H, Tamura. 2015. The potential use of secondary metabolites in moringa oleifera as an antioxidant source. Media Peternakan. Bogor. 38 ( 3 ) : 169 – 175.

Ghunu, S dan Ana, R, T. 2006. Perubahan komponen serat kume (Sorghum plumosum var. Timorense) hasil biokonveksi jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) akibat kadar air substrat dan dosis inokulum yang berbeda. Jurnal Ilmu Ternak. Bandung. 6 ( 2 ) : 81 – 86.

Gusasi, A. 2014. Nilai PH, produksi gas, konsentrasi amonia dan VFA sistem rumen in vitro ransum lengkap berbahan jerami padi, daun gamal dan urea mineral molases liquid. Fakultas Peternakan. Universitas Hasanudin. Makassar. (Skripsi).

Ikalinus, R. K, W, Sri., dan N, L, E, Setiasih. 2015. Skrining fitokimia ekstrak etanol kulit batang kelor (Moringa oleifera). Indonesia Medicus Veterinus. Bali. 4 ( 1 ) : 71 – 79.

Kurniawati, A. 2004. Pertumbuhan mikroba rumen dan efisiensi pemanfaatan nitrogen pada silase red clover (Trifolium pratense cv, Sabatron). Risalah Seminar Ilmiah dan Pengembangan Aplikasi Isotop dan Radiasi. Jakarta.

Palupi, H, T. D, Agung. R, Muzaki,. dan B, Ratna. 2015. Pengaruh penambahan ekstrak daun kelor terhadap kualitas yoghurt. Jurnal Teknologi Pangan. Pasuruan. 6 ( 2 ) : 59 – 66.

Qadriyanti, D. 2014. Karakteristik degradasi ADF dan NDF tiga jenis pakan yang disuplementasi daun gamal dalam rumen kambing secara in vitro. Fakultas Peternakan. Universitas Hasanudin. Makassar. (Skripsi).

Randhir, R., Y. T. Lin, & K. Shetty. 2004. Phenolics, their anti¬oxidant and antimicrobial activity in dark germinated fen¬ugreek sprouts in response to peptide and phytochemical elicitors. Asia Pac. J. Clin. Nutr. 13 : 295 - 307.

Ria, O, R. 2011. Kandungan fenol, komponen fitokimia dan aktivitas antioksidan Lamun Enhalus acoroides. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. (Skripsi).

Rohyani, I, S. A, Evy. dan Suripto. 2015. Kandungan fitokimia beberapa jenis tumbuhan lokal yang sering dimanfaatkan sebagai bahan baku obat di Pulau Lombok. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversity Indonesia. Nusa Tenggara. 1 ( 2 ) : 388 – 391.

Sandrasari, D, A. 2008. Kapasitas antioksidan dan hubungan nilai total fenol ekstrak sayuran Indigenous. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. (Tesis).

Saqifah, N., Purbowati, E., & Rianto, E. 2010. Pengaruh Ampas Teh dalam Pakan Konsentrat terhadap Konsentrasi VFA dan NH3 Cairan Rumen untuk Mendukung Pertumbuhan Sapi Peranakan Ongole. Paper presented at the Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.

Tilley, J.M.A. and R.A.Terry. 1963. A two stage technique for the in vitro digestion of forage. J. British Grassland Soc. 18 : 104 – 111.

Toripah, S, S. A, Jemmy,. dan W, Frenly. 2014. Aktivitas antioksidan dan kandungan total fenolik ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera Lam.). Jurnal Ilmiah Farmasi. Manado. 3 ( 4 ) : 37 – 43.

Van Soest, P. J. 1984. Nutritional Ecology of the Ruminant: Second Edition. Cornell University. New York.

Vázquez G, Fontenla E, Santos J, Freire MS, González-Álvarez J, Antorrena G. Antioxidant activity and phenolic content of chestnut ( Castanea sativa ) shell and eucalyptus ( Eucalyptus globulus ) bark extracts. Industrial Crops and Products. 2008. 28 ( 3 ) : 279 - 285.

Winarsi, H. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. KANISIUS. Yogyakarta.

Zuhra, C, F. Br, T, Juliati,. dan S, Herlince. 2008. Aktivitas antioksidan senyawa flavonoid dari daun katuk. Jurnal Biologi Sumatera. Sumatera.




DOI: https://doi.org/10.25077/jpi.19.3.116-121.2017

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Visitor

View My Stats

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) - Indonesian Journal of Animal Science

Fakultas Peternakan Universitas Andalas.
Kampus Unand Limau Manis Padang-25163, Sumatera Barat, Indonesia.
Copyrights by Unand © 2015