Produktivitas Rumput Raja (Pennisetum purpupoides) pada Pemotongan Pertama Menggunakan Beberapa Sistem Pertanian

Authors

  • Suyitman Suyitman

DOI:

https://doi.org/10.25077/jpi.16.2.119-127.2014

Keywords:

Rumput Raja, sistem LEISA, VAM, pupuk NPK, pupuk kandang

Abstract

Tujuan penelitian menentukan pengaruh sistem pertanian; anorganik, LEISA (Low External Input and Sustainable Agriculture) dan organik pada produktivitas Rumput Raja, ketika panen pertama. Penelitian menggunakan pupuk N, P, K, pupuk kandang dan vesikular arbuskular mikoriza (VAM). Penelitian memakai analisis varians dengan randomized block design (RBD) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah A (200 kg N: 150 kg P: 100 kg K), B (200 kg N: 150 kg P: 100 kg K: 5.000 kg pupuk kandang), C (50 kg N: 37.5 kg P: 25 kg K: 5.000 kg pupuk kandang: 180 kg MVA), D (50 kg N: 37.5 kg P: 25 kg K: 180 kg MVA), E (5.000 kg pupuk kandang: 180 kg MVA). Hasilnya, perlakuan tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) pada produktivitas Rumput Raja. Rata-rata tinggi tanaman adalah: 3,35-3,43 m dan anakan: 7,08-08,20 batang. Kandungan nutrisinya (13,21-13,70% protein kasar, NDF: 61,98- 62,94%, ADF: 40,01-44,27%, selulosa: 29,68-33,03%, hemiselulosa: 17,93-21,96%, lignin: 08,16 sampai 11,36%). Produksi adalah (produksi segar 83,95-96,48 ton/ha dan 13,79-19,84 ton bahan kering/ha). Kemudian Benefit Cost Ratio (BCR) adalah 05,31-6,54. Jadi menggunakan sistem LEISA dan pertanian organik, produktivitas Rumput Raja sama dengan dosis 100% pupuk N, P, dan K (200 kg urea/ha, SP-36 150 kg/ha, KCl 100 kg/ha).

Published

2014-06-01

How to Cite

Suyitman, S. (2014). Produktivitas Rumput Raja (Pennisetum purpupoides) pada Pemotongan Pertama Menggunakan Beberapa Sistem Pertanian. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 16(2), 119–127. https://doi.org/10.25077/jpi.16.2.119-127.2014