Modulasi Ekosistem Mikroba Rumen Melalui Suplementasi Pakan: Studi Perbandingan antara Bahan Tambahan Berbahan Dasar Tepung dan Ekstrak
Modulation of Rumen Microbial Ecosystems Through Dietary Supplementation: A Comparative Study of Flour and Extr act Based Additives
DOI:
https://doi.org/10.25077/jpi.28.3.146-155.2026Keywords:
Albizia chinensis, Aditif fitogenik, Mikrobiota rumen, Sekuensing 16S rRNA, MetanogenAbstract
Aditif fitogenik berpotensi memodulasi komunitas mikroba rumen, tetapi pengaruh bentuk tepung dan ekstrak tanaman yang sama perlu dibandingkan. Penelitian ini bertujuan membandingkan profil taksonomi mikroba cairan rumen kambing pada fermentasi in vitro dengan penambahan tepung daun sengon (Albizia chinensis), ekstrak daun sengon, dan saponin komersial. DNA mikroba diekstraksi menggunakan ZymoBIOMICS DNA Miniprep Kit dan dianalisis melalui sekuensing gen 16S rRNA. Methanobrevibacter sp. YE315 terdeteksi sebanyak 19 counts pada perlakuan saponin komersial, tetapi tidak terdeteksi pada tepung maupun ekstrak. Isotricha jalaludinii tertinggi pada tepung (67.923 counts), sedangkan Enoploplastron triloricatum tertinggi pada saponin komersial (37.843 counts). Kelompok Unclassified Bacteria mendominasi ekstrak (61%), sedangkan Bacteroidota mendominasi tepung (47%). Proporsi Archaea metanogen berkisar 3–5%. Hasil menunjukkan perbedaan komposisi mikroba antarbentuk aditif, terutama metanogen, ciliata, dan bakteri. Namun, ketiadaan deteksi takson tidak membuktikan eliminasi total, sementara potensi penurunan emisi metana memerlukan pengukuran langsung untuk memastikan efektivitas masing-masing perlakuan terhadap produksi metana rumen.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Ulul Bisri Husni, Arsalan Fadlan Aziz, Agus Susilo, Egi Pur Pinandita, Eko Marhaeniyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak cipta tulisan dan isi dari pekerjaan penulis adalah milik penulis. Sedangkan pemakaian hasil publikasi yang ada pada JPI harus mengikuti aturan lisensi dari Creative Commons seperti pada link berikut :
Â

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









