Karakteristik Kuantitatif Domba Garut pada Sistem Pemeliharaan Berbeda Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin

Authors

  • Rachmat Somanjaya Universitas Majalengka
  • Oki Imanudin Universitas Majalengka
  • Sonia Setiadi Universitas Majalengka

DOI:

https://doi.org/10.25077/jpi.27.1.9-17.2025

Keywords:

Garut Sheep, Quantitative characteristic, Rearing system

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati karakteristik kuantitatif Domba Garut dalam sistem pemeliharaan yang berbeda berdasarkan usia dan jenis kelamin. Metode observasi dilakukan untuk memperoleh data empiris karakteristik kuantitatif domba Garut yang dipelihara secara intensif dan semi intensif. Sampel penelitian ditentukan dalam dua tahap sampling yaitu berdasarkan sistem pemeliharaan (intensif dan semi intensif) dan umur domba (lepas sapih atau 3-4 bulan, domba muda berumur 8 bulan, dan domba dewasa umur >12 bulan). Umur domba ditentukan berdasarkan kondisi gigi permanen, dan setiap unit yang diamati berlokasi di wilayah Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka. Variabel yang diamati meliputi tinggi bahu, panjang tubuh, lingkar dada, lebar dada, tinggi pinggul, dan berat badan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domba Garut betina yang dipelihara secara intensif pada setiap fase usia memiliki sifat kuantitatif yang lebih baik, dan beberapa variabel menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan semi intensif. Berbeda dengan domba Garut jantan, pada fase usia penyapihan, sifat kuantitatif cenderung lebih tinggi pada domba yang dipelihara secara semi intensif, bahkan variabel panjang tubuh dan tinggi pinggul secara signifikan lebih tinggi (p<0,05) daripada yang dipelihara secara intensif. Namun, pada usia 8 dan >12 bulan, Karakteristik kuantitatif keseluruhan domba jantan Garut yang dipelihara secara intensif cenderung lebih baik daripada sistem pemeliharaan semi-intensif. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik kuantitatif domba Garut dipengaruhi oleh sistem pemeliharaan, dan sistem pemeliharaan intensif cenderung memiliki karakteristik kuantitatif yang lebih baik daripada sistem pemeliharaan semi intensif.

References

Firman, A., Herlina, L., Paturochman, M., & Sulaeman, M. M. (2018). Penentuan kawasan unggulan agribisnis ternak dombadi Jawa Barat. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 4(1), 111–125.

Gonzaga dos Santos, A. C., Yamin, M., Priyanto, R., & Maheshwari, H. (2019). Respon Fisiologi Domba pada Sistem Pemeliharaan dan Pemberian Jenis Konsentrat Berbeda Physiological Response on Local Sheep in Rearing Systems and Different Concentrate. Jurnal Ilmu Produksi Dan Teknologi Hasil Peternakan, 07(1), 1–9. https://doi.org/10.29244/jipthp.7.1.1-9

Haryanti, Y., Kurnianto, E., & Lestari, C. M. S. (2015). Pendugaan Bobot Badan Menggunakan Ukuran-Ukuran Tubuh pada Domba Wonosobo. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 10(1), 1–6.

Hidayat, M. S., Aripin, Z., Sukomardojo, T., Sakka, G. P. U., & Marasabessy, M. R. (2023). Orientasi kewirausahaan terhadap pertumbuhan peternakan sapi perah dengan peran mediasi sistem produksi di Kota Malang. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 7(1). https://doi.org/10.31955/mea.v7i1.2909

Karthik, D., Suresh, J., Reddy, Y. R., Sharma, G. R. K., Ramana, J. V, Gangaraju, G., Pradeep Kumar Reddy, Y., Yasaswini, D., Adegbeye, M. J., & Reddy, P. R. K. (2021). Farming systems in sheep rearing: Impact on growth and reproductive performance, nutrient digestibility, disease incidence and heat stress indices. Plos One Journal, 16(1). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0244922

Latorre, E., Uribe, H., Martínez, M. E., Calderón, C., & de la Barra, R. (2011). Morphology Differentiation and Structural Functionality of Ewes Due to Incomplete Crossbreeding. International Journal of Morphology, 29(3). https://doi.org/10.4067/s0717-95022011000300049

Lusi, D., Yurmiati, H., & Ramdani, D. (2023). Pengaruh Sistem Pemeliharaan Terhadap Produktivitas Induk Domba Garut. Jurnal Produksi Ternak Terapan (JPTT), 3(2), 73. https://doi.org/10.24198/jptt.v3i2.42288

Munoz, C. A., Campbell, A. J. D., Hemsworth, P. H., & Doyle, R. E. (2019). Evaluating the welfare of extensively managed sheep. PLoS ONE, 14(6). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0218603

Prischa Silitonga, R. Edhy Mirwandhono, & Tri Hesti Wahyuni. (2013). Kecernaan jerami padi yang diolah secara mekanik, kmiawi, dan biologi pada pakan domba jantan lokal. Jurnal Peternakan Integratif, 1(2). https://doi.org/10.32734/jpi.v1i2.2664

Purnamasari, L., Rahayu, S., & Baihaqi, M. (2018). Respon fisiologis dan palatabilitas Domba Ekor Tipis terhadap limbah tauge dan kangkung kering sebagai pakan pengganti rumput. Journal of Livestock Science and Production, 2(1), 56–63. https://doi.org/10.31002/jalspro.v2i1.684

Rizki Nurrochman, T., Falahudin, A., & Somanjaya, R. (2023). Perubahan Status Energi Pada Proses Reproduksi Induk Domba Garut Yang Diberi Pakan Komplit Berbasis Hijauan Sorgum dan Indigofera. Tropical Livestock Science Journal, 2(1). https://doi.org/10.31949/tlsj.v2i1.5251

Sutopo, B. P. D., Nurgiartiningsih, V. M. A., & Ciptadi, G. (2022). Korelasi antara Ukuran-ukuran Tubuh dengan Bobot Badan pada Domba Persilangan DEG dan Merino. Journal of Livestock and Animal Health, 5(2). https://doi.org/10.32530/jlah.v5i2.559

Published

2025-02-28

How to Cite

Somanjaya, R., Imanudin, O., & Setiadi, S. (2025). Karakteristik Kuantitatif Domba Garut pada Sistem Pemeliharaan Berbeda Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 27(1), 9–17. https://doi.org/10.25077/jpi.27.1.9-17.2025